Mengenal Lebih Dekat dengan BIM - Belajar Autodesk Revit
78 / 100

Mengenal Lebih Dekat dengan BIM – Belajar Autodesk Revit

➤ Pengertian BIM
Mengenal Lebih Dekat dengan BIM – Belajar Autodesk Revit. BIM (Building Information Modelling) merupakan suatu mekanisme yang dapat diadaptasikan dalam proses-proses: Desain/perencanaan (Basic Design, Shop Drawing, Detailed Drawing), Perencanaan Pelaksanaan, Koordinasi Pelaksanaan, Commissioning/Handover untuk mendukung upaya mitigasi resiko tidak tercapainya sasaran kinerja secara sepenuhnya terkait mutu deliverable serta efisiensi. BIM ini juga merupakan suatu proses yang dimulai dengan menciptakan 3D Model Digital (bangunan secara virtual) dan didalamnya berisi semua informasi bangunan tersebut, yang berfungsi sebagai sarana untuk membuat perencanaan, perancangan, pelaksanaan pembangunan, serta pemeliharaan bangunan tersebut beserta infrastrukturnya bagi semua pihak yang terkait didalam proyek seperti owner, konsultan, dan kontraktor.
Sudah pahamkah apa itu BIM? Atau malah semakin bingung? Mungkin bahasanya agak ribet dan terlalu teknis, baiklah saya akan menjelaskan dengan Bahasa awam, secara umum BIM itu merupakan suatu sistem integrasi antara beberapa disiplin ilmu, mulai dari struktur, arsitektur, mep, landscape, maupun bidang ilmu ketekniksipilan lainnya. Suatu sistem yang nantinya saling berhubungan satu sama lain, sehingga meminimalisir terjadinya ketidaksesuaian antara disiplin ilmu yang satu dengan yang lainnya atau Bahasa lainnya bisa mensinkronkan satu dengan yang lainnya. Menurut informasi yang saya dapat juga, untuk perencanaan Bangunan Gedung lebih dari 3 lantai atau luasan 2000 m2 mesti perlu analisis menggunakan BIM dalam perijinannya. Begitupun juga dalam Tender Proyek terutama Proyek BUMN, biasanya mengsyaratkan BIM dalam perancangannya jika proyek tersebut kategori proyek terintegrasi (Design & Build). Maka dari itu, perlu kiranya kita khusunya yang terlibat dalam dunia kontruksi mengenal lebih dekat dengan BIM.

Advertisements

Perlu diingat bahwa, untuk menjalankan sistem ini kita perlu tools sebagai alat bantu dalam pengimplementasiannya, salah satu yang sering kita dengar dan kita pakai dalam ilmu ketekniksipilan adalah Autocad, namun kali ini saya tidak akan membahasa mengenai Autocad, karena saya yakin diantara teman-teman terutama yang bergelut di dunia kontruksi pasti paham dan mengerti dengan aplikasi rancang bangun yang satu itu. Selain Autocad ada yang namanya Autodesk Revit, keluarga dari Autocad itu sendiri yaitu dari Autodesk Family, ada juga Ms. Project, Naviswork dan masih banyak lagi tools yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan. 
BIM itu ada tingkatan atau levelannya, diantaranya :  

  1. BIM Level 2D, model yang mencakup informasi bentuk dua dimensi
  2. BIM Level 3D, model yang mencakup informasi bentuk tiga dimensi.
  3. BIM Level 4D, alokasi waktu dan penjadwalan berdasarkan urutan kerja pelaksanaan konstruksi yang ditambakan ke model 3D.
  4. BIM Level 5D, biaya dan simulasi konstruksi, studi tentang urutan bangunan, biaya dan sumber daya.
  5. BIM level 6D, berkaitan dengan facility management, operation and maintenance dan as built drawing. 

Nah pada kesempatan yang berbahagia ini, sesuai janji saya, saya akan berbagi informasi kepada teman-teman mengenai BIM, namun BIM yang saya bahas kali ini yaitu level BIM 3D. Dan tools yang saya gunakan adalah Autodesk Revit. Saya akan menjelaskan mulai dari pengenalan mengenai Revit sampai dengan saya akan mencoba mempraktikan secara singkat, padat dan sederhana menvisualkan gambar 3D di Revit. Oke cekidot……
Pertama-pertama, sebelum kalian lanjut kepembahasan berikutnya, terlebih dahulu kalian instal aplikasi Revit atau kalian bisa klik link dibawah ini untuk download aplikasinya. Untuk praktek kali ini saya menggunakan Autodesk Revit 2018.

Setelah kalian menginstal aplikasi Revit, dan pastikan aplikasi tersebut bisa dijalankan sampai muncul halaman pertama revit seperti gambar dibawah ini. 

Halaman pertama Autodesk Revit 2018

Untuk tahapan selanjutkan dalam menjalankan apilaksi Autodesk Revit 2018 ikuti langkah-langkah dibawah ini:

1.   Membuka Halaman Template di Revit

  1. Setelah muncul halaman pertama Autodesk Revit 2018, pada pilihan Project yang berada sebelah kiri halaman ➔ klik New 
  2. Kemudian akan muncul kotak dialog New Project, kemudian pada template file pilih Construction Template
  3. Lalu klik Browse, kemudian akan muncul kotak dialog Choose Template
  4. Pilih RVT2018 Pilih Templates
  5. Pilih ➔ US Metric ➔ Pilih Structural Analysis Default Metric.rte ➔ Klik Open, kemudian Klik OK.
  6. Setelah klik OK, maka akan muncul halaman utama Project pada Revit.
Jasa SEO | Desain website | Iklan ads | backlink | serp google - 7
Jasa SEO | Desain website | Iklan ads | backlink | serp google - 8
Jasa SEO | Desain website | Iklan ads | backlink | serp google - 9
Jasa SEO | Desain website | Iklan ads | backlink | serp google - 10

Untuk memulai membuat visualisasi gambar 3D. Pada kasus ini, saya sudah menyiapkan gambar denah 2D pada aplikasi Autocad yang kemudian saya import ke Revit untuk saya buat gambar visual 3D nya.

2.   Cara Import File Autocad Ke Revit

a. Klik Menu Insert pada menu bar b. Klik Import Cad

Jasa SEO | Desain website | Iklan ads | backlink | serp google - 11

c. Setelah itu, akan muncul kotak dialog Import CAD format seperti gambar dibawah ini, kemudian pilih file CAD yang ingin diimport.

Jasa SEO | Desain website | Iklan ads | backlink | serp google - 12

Keterangan: ➥ Kolom no.1, berikan tanda centang (√) pada current view only ➥ Kolom no.2, pada pilihan import unit pilih satuan meter

Advertisements

sumber : https://www.rowinsinaya.com/2019/05/mengenal-lebih-dekat-dengan-bim-belajar.html

Advertisements

 194 total views,  2 views today

By admin

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *