Jasa SEO | Desain website | Iklan ads | backlink | serp google - 1
64 / 100

Mengenal Wilayah Es Terakhir Kutub Utara yang Terancam Hilang

Jakarta, CNN Indonesia — 

Advertisements

Wilayah es terakhir di Kutub Utara yang dikenal sangat tebal kini semakin mencair. Peristiwa yang terjadi imbas perubahan iklim itu disebut di luar dugaan para ilmuwan. Lokasi yang dijuluki ‘The Last Ice Area’ itu tepatnya berada di utara Greenland dan kepulauan Arktik Kanada.

Mengutip Live Science, sebelumnya para ahli menyatakan lapisan es di wilayah tersebut tumbuh dan menyusut secara musiman. Ahli juga menduga sebagian besar es laut Arktik di wilayah itu cukup tebal untuk bertahan melalui hangat musim panas.

Namun selama musim panas tahun 2020, Laut Wandel di bagian timur dari area es terakhir justru sudah kehilangan 50 persen es lapisan atasnya. Termaktub di dalam studi baru, para ahli menemukan bahwa kondisi cuaca ikut mendorong penyusutan lapisan es tebal di wilayah Kutub Utara tersebut.

Penyusutan lapisan es tebal itu diperparah dengan perubahan iklim yang menipiskan es yang telah lama ada di area es terakhir itu dari tahun ke tahun.

Peneliti utama di Pusat Sains Kutub dan asisten profesor di Fakultas Ilmu Perairan dan Perikanan Universitas Washington (UW) Kristin Laidre kemudian menyimpulkan bahwa pemanasan global imbas perubahan iklim bisa mengancam kawasan tersebut lebih parah.

Pasalnya hal itu bisa menimbulkan dampak serius bagi hewan yang bergantung pada es untuk berkembang biak, berburu, dan mencari makan.

“Area es terakhir telah dianggap sebagai tempat perlindungan bagi spesies yang bergantung pada es di masa depan,” kata Laidre.

Mengutip Space, The Last Ice Area membentang lebih dari 2.000 km. Di wilayah tersebut, es laut Arktik biasanya berusia 5 tahun, dengan ketebalan lapisan es sekitar 13 kaki atau sekitar 4 meter.

Tahun lalu, meskipun lapisan es sedikit lebih tebal dari sebelumnya, tapi citra satelit menunjukkan rekor terendah cakupan hanya 50 persen pada 14 Agustus 2020. Data menunjukkan sekitar 80 persen pencairan es disebabkan oleh faktor-faktor yang berhubungan dengan cuaca, seperti angin yang memecah es.

Es di wilayah pesisir Kutub Utara juga dilaporkan mencair dua kali lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Analisis yang dipimpin oleh para peneliti di Universitas College London (UCL) Inggris, menyimpulkan es di wilayah pesisir Kutub Utara menipis 70 hingga 100 persen lebih cepat dari konsensus yang ditetapkan.

Penilaian disimpulkan setelah tim melakukan penelitian pada kedalaman salju di atas es, selama beberapa dekade saat planet ini dianggap mulai menghangat.

Advertisements

“Kami percaya perhitungan baru kami adalah langkah visioner yang besar dalam hal menafsirkan data yang kami miliki dari satelit secara lebih akurat,” kata profesor UCL Julienne Stroeve, dalam jurnal The Cryosphere, mengutip AFP.

Advertisements

sumber : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210705112208-199-663277/mengenal-wilayah-es-terakhir-kutub-utara-yang-terancam-hilang

Advertisements

By admin

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − six =