Pembongkaran Replika Boneka Squid Game di Jalan Tunjungan Surabaya
85 / 100

Langgar Perda dan Picu Kerumunan Ini Proses Pembongkaran Replika Boneka Squid Game di Jalan Tunjungan Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Petugas gabungan dari Satpol PP, Linmas dan Satgas Covid-19 Kota Surabaya membongkar replika boneka Squid Game yang berdiri di Jalan Tunjungan pada Minggu (10/10/2021) malam. Pembongkaran boneka series tersebut dilakukan karena salah satunya menyebabkan kerumunan dan menimbulkan kemacetan di Jalan Tunjungan.

Advertisements
Jasa SEO | Desain website | Iklan ads | backlink | serp google - 2
Pembongkaran Replika Boneka Squid Game di Jalan Tunjungan Surabaya

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, pemasangan boneka itu melanggar Perda Nomor 10 Tahun 2000 tentang Ketentuan Penggunaan Jalan dan Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.

“Mereka menaruh itu (boneka) di pedestrian. Sementara berdasarkan Perda No 2 Tahun 2020 dan Perda No 10 Tahun 2000 bahwa median jalan tidak boleh digunakan selain fungsi jalan,” kata Eddy di kantornya, Senin (11/10/2021).

Selain melanggar fungsi jalan, Eddy menyebut, pemasangan boneka juga telah melanggar Undang-undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Sebab, bangunan yang ditempeli aksesoris beserta boneka tersebut tercatat sebagai salah satu cagar budaya di Kota Pahlawan.

“Seharusnya sebelum mereka melakukan aktivitas atau mengubah struktur atau menempel sesuatu di bangunan cagar budaya, harus mendapat surat rekomendasi dari Tim Cagar Budaya Kota Surabaya. Tadi saya tanya mereka belum mempunyai surat tersebut,” ungkap dia.

Lebih lanjut, pemilik replika boneka Squid Game juga tidak bertanggung jawab ketika terjadi pelanggaran protokol kesehatan. Hal itu dapat dilihat sebelum dilakukan pembongkaran oleh petugas pada Minggu (10/10) malam. Warga di sana, terlihat berkerumun di Jalan Tunjungan untuk berebut swafoto dengan boneka tersebut.

“Sehingga kemarin ketika kejadian itu, banyak terjadi kerumunan yang akhirnya menimbulkan kemacetan di Jalan Tunjungan, protokol kesehatan juga tidak diterapkan. Sehingga kami bersama Satgas Covid-19, serta kepolisian dan TNI melakukan penertiban,” tegasnya.

Meski demikian, dalam penertiban itu, pihaknya menyatakan tetap mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis. Karena itu, petugas hanya melakukan pembongkaran dan penyitaan aksesoris beserta boneka tersebut. “Kami melakukan secara persuasif, ini (boneka) kami sita tidak boleh dipasang. Mereka kami minta juga melakukan pengurusan perizinan pemakaian cagar budaya,” kata dia.

Berdasarkan pengakuan sang pemilik, lanjut Eddy, bangunan cagar budaya itu rencananya digunakan untuk restoran. Sementara saat dicek, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) cagar budaya itu untuk perdagangan, sehingga pemilik harus menyesuaikan izin pemanfaatan bangunan itu sesuai restoran.

Advertisements

Sumber : https://beritajatim.com/peristiwa/ini-proses-pembongkaran-replika-boneka-squid-game-di-jalan-tunjungan-surabaya/

Advertisements

 192 total views,  2 views today

By admin

Penulis

One thought on “Pembongkaran Replika Boneka Squid Game di Jalan Tunjungan Surabaya”
  1. […] Pembongkaran Replika Boneka Squid Game di Jalan Tunjungan SurabayaPantauan detikcom di lokasi kejadian di sebuah gang sempit di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (14/10/2021) pukul 10.00 WIB, jalan tersebut nampak sepi. Redaksi tidak menuliskan detail lokasi kejadian sebagai bentuk perlindungan identitas terhadap korban.Terlihat ada CCTV yang menyorot ke bagian jalan dari salah satu tiang di jalan tersebut. Tidak terlihat juga aktivitas warga di area depan rumah. […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *