Upaya Anies Baswedan Hentikan Interpelasi Formula E - jasaweb : Artikel Komputer : ACMATRIX.web.id
acmatrix.web.id
Harga estimasi
• Rp 26.570.734.320 •
Upaya Anies Baswedan Hentikan Interpelasi Formula E
66 / 100

Upaya Anies Baswedan Hentikan Interpelasi Formula E. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Ahmad Riza Patria melakukan pertemuan dengan sejumlah fraksi DPRD DKI di Rumah Dinas Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Pertemuan ini dilakukan pada Kamis (26/8/2021) malam.

Dalam pertemuan itu, tampak hadir Penasehat PAN Zita Anjani, Penasehat Partai Demokrat Misan Samsuri, dan Penasehat Partai Gerindra Mohamad Taufik.

Kemudian Ketua Fraksi Gerindra Rani Mauliani, Sekretaris Fraksi PKS Achmad Yani, Ketua Fraksi Golkar Basri Baco, Ketua Fraksi Demokrat Desie Christhyana Sari, Ketua Fraksi NasDem Wibi Andrino, dan Sekretaris Fraksi PKB-PPP Yusuf.

Salah satu yang menjadi pembahasan dalam pertemuan itu adalah rencana interpelasi DPRD DKI Jakarta yang diajukan PDIP dan PSI.

Rencana interpelasi ini dilakukan karena DPRD DKI khawatir ada potensi kerugian Rp 106 miliar apabila Formula E jadi digelar.

Usai pertemuan tersebut, tujuh Fraksi DPRD DKI Jakarta sepakat menolak hak interpelasi terkait program Formula E.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik mengatakan, dalam pertemuan tersebut Anies Baswedan menjelaskan bahwa perekonomian Jakarta dalam kondisi terpuruk.

Sehingga diharapkan Formula E dapat mengembalikan kepercayaan para investor agar kondisi ekonomi di DKI Jakarta membaik.

Mendengar adanya pertemuan tersebut, Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono menyebut pertemuan tersebut merupakan koalisi galau. Padahal sebelumnya, fraksi-fraksi itu rata-rata menyepakati bahwa tahun 2022, Jakarta tidak layak mengadakan Formula E karena situasi pandemi. Sehingga lebih baik fokus untuk pemulihan.

“Tapi sekali lagi, ini saya istilahkan koalisi galau,” celetuk Gembong, Jumat (27/8/2021).

Ia mengungkapkan, selama Anies menjabat, hampir tidak pernah fraksi-fraksi di DPRD mengadakan pertemuan dengannya. Sehingga wajar muncul syak wasangka bahwa Pemprov DKI tengah panik hadapi usulan interpelasi dari Fraksi PSI dan PDIP.

“Kenapa baru sekarang di saat dua fraksi itu mengajukan interpelasi. Artinya dengan interpelasi mereka galau, ditambah dua fraksi yang mengajukan interpelasi tidak diundang,” tandasnya.

Gembong juga mengungkap ada pejabat teras Pemprov Jakarta yang berusaha melobi agar menghentikan interpelasi terkait Formula E.

Dia mengungkapkan, dirinya dihubungi pada Rabu 25 Agustus 2021 malam atau dua hari sebelum usulan interpelasi diserahkan ke Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi.

“Jalan terus. Karena begini, saya pun dilobi oleh pejabat terasnya Pemprov DKI Jakarta untuk menghentikan itu,” kata Gembong, Jumat (27/8/2021).

Adanya lobi tersebut menurut dia, Pemprov DKI saat ini tengah dalam kondisi panik lantaran usulan interpelasi terus bergulir.

Padahal, imbuhnya, proses interpelasi merupakan hal lumrah dilakukan di suatu pemerintahan.

Secara satir, Gembong mengutarakan, jika rencana Formula E dilakukan secara transparan, menjawab interpelasi bukan satu hal menakutkan bagi Gubernur Anies.

“Kalau enggak ada apa-apa ngapain (khawatir)? Orang cuma bertanya doang. Saya tanya sampean jawab selesai, kan begitu saja,” jelas Gembong.

sumber: https://www.liputan6.com/news/read/4643006/upaya-anies-baswedan-hentikan-interpelasi-formula-e

 267 total views,  3 views today

By admin

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + 16 =